Highway to Campus

Secara garis besar, ada tiga tipe permasalahan yang biasa dihadapi oleh siswa lulusan SMA ketika ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Yang pertama, sudah tau ingin kemana tetapi belum mempersiapkan diri secara matang. Yang kedua, belum pasti ingin kemana tetapi sudah memiliki kapasitas yang baik. Dan yang ketiga (yang paling akut), belum tau ingin kemana dan belum mempersiapkan diri sama sekali.

Ketiga adalah hal-hal yang sering, muncul pasca kelulusan sekolah menengah. Beberapa kasus, banyak pelajar di perguruan tinggi negeri terkemuka yang bunuh diri. Hal ini disebabkan ketidaksesuaian antara minat dan bakat dengan jurusan atau perguruan tinggi yang dipilih. Seringkali seseorang memilih jurusan di perguruan tinggi tertentu, atas dasar popularitas dari universitas tersebut. Biasanya, semakin tinggi rangking universitas, tuntutan akademis juga semakin tinggi. Ketika seseorang itu tidak siap memasuki dunia perkuliahan lantaran niat yang setengah hati. Maka seolah-olah ia akan terseret secara paksa oleh sistem yang ada. Akhirnya, di masa perkuliahan seseorang akan cenderung merasa tertekan dan depresi dengan segala macam tuntutan akademik universitas tersebut. Dan tidak jarang beban mental itu, berakhir di seutas tali. Naudzubillahimin zalik.

Maka untuk mencegah terjadinya hal-hal semacam itu, ada beberapa yang mungkin perlu diperhatikan. Agar nantinya kita tidak salah memiilih jurusan dan dipermudah untuk melanjutkan pendidikan di perguran tinggi yang terkemuka.

Mengenal Diri Sendiri

Yang pertama adalah, mengenal diri sendiri. Saat kita bercermin setiap hari, secara fisik kita melihat diri kita. Namun, apakah kita benar-benar mengenal diri kita sendiri? Di sini, dibutuhkan kejujuran bagaimana menilai apa saja kelebihan yang kita miliki, dan apa yang menjadi kekurangan kita. Apa hal yang kita sukai, dan hal apa saja yang tidak kita sukai. Apakah kita suka dengan hal-hal berkaitan dengan kesehatan, apakah kita tertarik dengan sains, apakah kita merasa bersemangat membahas masalah-masalah sosial, apakah saya adalah orang-orang yang suka bereksperimen. Pelajari semua hal tentang diri kita, bakat, potensi, minat, niscaya itu semua akan sangat bermanfaat. Orang lain boleh menilai Anda dengan berbagai macam kata, akan tetapi , yang paling tau segala hal tentang pribadi seseorang adalah orang itu sendiri. Hanya saja, kita mungkin belum bisa jujur dan belum cukup berani untuk melihat seperti apa diri kita sebenarnya.

Tujuan

Ketika kita sudah mengenal diri kita, di mana kelebihan dan kekurangan kita, maka selanjutnya adalah menentukan kemana tujuan yang ingin kita capai. Dalam menentukan tujuan hendaknya kita menyesuaikan dengan bakat dan minat kita tadi. Contohnya, jika kita adalah orang yang mudah bergaul, pengetahuan baik di bidang biologi, dan berjiwa pemberani, maka mungkin Anda sangat cocok menjadi seorang dokter. Atau mungkin Anda orang yang mahir fisika, gemar berkreasi membuat berbagai macam alat, tertarik dengan dunia peralatan, mungkin Anda akan menjadi seorang teknisi yang handal. Dan masih banyak lagi contoh lainnya. Mungkin ada baiknya jika berkonsultasi dengan psikolog, agar kita bisa lebih yakin dengan tujuan kita. Ketika kita sudah menentukan jurusan atau bidang apa yang akan kita tekuni, lalu sekarang pilihlah universitas-universitas terbaik yang menurut Anda akan mampu mengembangkan bakat dan minat Anda secara maksimal.

Jika Anda mengikuti tes mandiri untuk satu universitas. Pilih jurusan-jurusan yang kira-kira tidak jauh beda antara satu dengan yang lain. Contohnya : Pilihan 1 : Kedokteran, pilihan 2 : biologi, pilihan 3 : kesehatan masyarakat. Atau mungkin pilihan 1 : teknik mesin, pilihan 2 : fisika. Jangan lupa untuk meyakinkan diri Anda, akan konsekuensi dari tiap pilihan yang Anda ambil. Karena pada dasarnya, tidak ada satu jurusan yang lebih sulit atau lebih mudah dibanding jurusan yang lain. Tantangannya adalah, bagaimana Anda bisa menjadi salah satu yang terbaik diantara ratusan bahkan ribuan calon mahasiswa yang bersaing mendapatkan ‘satu tiket’ ke jurusan yang Anda pilih.

Menentukan Jalan

Jika Anda berniat untuk pergi mengunjungi suatu tempat, Anda akan menentukan jalan yang akan Anda tempuh, dan dengan menggunakan apa Anda kesana. Ketika target sudah ditetapkan, maka saatnya kita menentukan jalur yang akan kita tempuh untuk sampai ke sana. Seperti contoh, seseorang ingin melanjutkan kuliah di ITB, jurusan Teknik Elektro. Kita akan mulai mencari informasi tentang jurusan yang kita inginkan. Mencari informasi jalur untuk masuk ke sana. Kemudian mempersiapkan persyaratan untuk mengikuti tes. Mengikuti bimbingan belajar intensif. Dan mengukti tes sesuai dengan ketentuan yang ada. Itulah yang dinamakan perencanaan. Masalah diterima atau tidak, itu urusan nanti. Mengapa kita perlu melakukan perencanaan? Agar proses yang akan kita tempuh lebih spesifik, sehingga kita bisa lebih cepat dan tepat dalam melakukan strategi dan persiapan untuk mencapai tujuan kita.

Berusaha

Mobil sudah bersiap, bensin telah terisi, dan lampu hijau telah dinyalakan. Maka saatnya kita menginjak gas, memacu mobil secepat mungkin untuk sampai ke tujuan. Setelah tujuan dan jalan untuk mencapainya telah kita tentukan, maka saatnya bagi kita untuk berusaha. Diantara tahap yang lain, tahap ini mungkin menjadi yang paling melelahkan atau bisa dikatakan klimaks dari sebuah proses. Di sinilah saat semuanya diuji, seberapa kuat dan seberapa besar keyakinan kita untuk mencapai tujuan. Rasa lelah, rasa bosan, jenuh merupakan hal yang biasa terjadi dalam kita berusaha, akan tetapi disanalah Allah meletakkan ujian yang sesungguhnya. Mari belajar dari saudara-saudara kita yang berada di Palestina. Meskipun selalu dalam kondisi yang terancam, meski selalu dalam keadaan serba kekurangan, meskipun selalu dalam situasi penjajahan oleh pemerintah Israel, akan tetapi semangat mereka tidak pernah patah dalam menuntut ilmu. Terbukti, tidak kurang dari 90% pemuda Palestina adalah sarjana dan doktor. Sedangkan anak-anak umur 8 tahun, tidak jarang telah menjadi seorang hafiz qur’an. Padahal saat saya menyampaikan ini ke teman-teman sekalian, rakyat Palestina sedang ditindas oleh tentara Israel. Hal itu merupakan bukti bahwa, ancaman nyawa sekalipun bukan merupakan halangan bagi siapa saja untuk mencapai tujuan.

Berdoa

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” ( Al Mu’minun : 60)

Ketika usaha dan setiap jerih payah telah kita lakukan, maka serahkanlah semuaNya kepada Allah. Sebagai manusia kita hanya bisa merencanakan dan mengusahakannya. Sisanya tetap Allah yang menentukan. Maka dari itu, perbanyaklah berdo’a dan biarkanlah Allah yang menentukan. Perkara hasilnya yang diperoleh itu sesuai atau tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan, kita terima dengan tulus ikhlas. Ketika berhasil kita wajib untuk bersyukur, akan tetapi jika kita sudah berusaha namun hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Bisa jadi Allah punya rencana yang lebih baik untuk kita. Karena sesungguhya Allah itu Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hambaNya.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Tidaklah kesalahan dan kehilafan adalah datang dari saya sendiri. Silakan diambil mana menurut anda benar dan mohon dimaafkan jika ada kekeliruan.

Tetaplah berjuang saudara-saudaraku. Jangan pernah takut untuk menentukan jalan hidupmu. Dan jangan pernah ragu untuk menjadi yang terbaik. Karena sesungguhnya Bangsa ini tengah menanti kita semua.

Semoga berhasil. Doa kami selalu untuk para generasi terbaik kebanggaan bangsa.

 

Best regards,

Khairi Trisnayadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s