Untuk apa?

Untuk apa berlelah-lelah memikirkan orang lain, padahal belum tentu mereka juga memikirkan kita?

Untuk apa mengusahakan sesuatu untuk orang lain, jika pada akhirnya kita tidak lebih dari sekedar nama?

Lalu untuk apa Allah memberikan kita kemampuan berpikir lebih, pikiran yang cerdas, wawasan yang luas, jika semua itu tidak mampu menjadi manfaat bagi orang lain?

Ngapain sih capek-capek bikin ini-itu, ikut ini-itu, mikirin ini-itu? Padahal ga ada yang nyuruh koq..

Engga koq, cuma pingin ngeliat ‘keluarga’ saya bahagia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s