Tetesan Embun Hidayah

Ya Allah,

tiada hati yang begitu pilu kala waktu menghadapMu. Ketika sedikit reluh mengikis perlahan kekuatan hati. Mencoba bertahan dalam kerapuhan semu. Saat lintas bayang kegundahan menyapu halus tetesan iman.

Ada hati yang sejenak meringis dalam penyesalan. Berbaur khilaf yang terus menebar dusta. Ketika mata tertutup debu penyesalan. Namun tetesan air mata enggan menetes memberi kesejukan.

Terlalu lemah hati ini berdiri. Telalu lemah iman ini berpijak. Dalam gelap malam yang menakutkan, entah mengapa begitu sulit kutemukan sejuknya ampunanMu.

Kututup hati dalam sebuah sangkar bening. Hanya meresahkan kehampaan dalam bayang hitam nan kelam.Tidak sedikit terlihat genggaman erat kekuatan hati. Mengalun deras dalam arus emosi, akan tetapi tenggelam dalam realita.

Tidakkah engkau hanya bermimpi ya, akhi? Hanya mampu melihat, namun tak bergerak. Terlalu silaukah kau oleh indahnya cinta semu? hingga akhirnya kau lupa akan tepat indah yang engkau dambakan. Terlalu munafikah hatimu? hingga mendustakan Ia yang selalu melimpahkan rahmat untukmu.

Dimanakah selimut hangat yang melindungiku dalam dinginnya kesendirian? Dimanakah tetesan air mata yang menyejukkan jiwa dalam tangis ketulusan? Terlalu keraskah hati ini kembali berteduh dalam rindangnya kasih dan rahmatMu?

Wahai Engkau yang menggenggam hati, Maha Mulia zat yang menguasai kalbu. Izinkan hamba kembali berteduh dalam naungan Cinta dan Ketulusan dalam tiap sujudku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s