Kesyahduan yang Kurindukan

Perjalanan mengunjungi sahabat di Bintaro, lebih dari sebuah acara silaturahim biasa. Ada kesan begitu indah yang sangat mengahrukan ketika berada di lingkungan tempat ia tinggal. Lingkungan asri yang mengingatkan saya akan keindahan ukhuwah diantara masyarakatnya.

Perjalanan yang menempuh waktu hampir satu hari menjadi awal dari sebuah ketenangan yang tidak saya dapatkan ketika awal bulan Ramadhan kemarin di lingkungan kampus di depok. Di tengah kesibukan membantu pelaksanaan penermiaan mahasiswa baru. Saya hampir terlupa akan rasa syukur karena sekali lagi diberikan kesempatan untuk memasuki bulan Ramadhan tahun ini.

Hingga akhirnya, perjalanan saya yang ditemani sebuah buku menjadi gerbang pembuka kesyahduan di bulan Ramadhan.Dengan menggunakan KRL saya berangkat kurang lebih selama 3 jam di perjalanan. Perjalanan yang semestinya dapat ditempuh dengan waktu satu setengah jam, terpaksa harus mundur cukup lama akibat perbaikan rel kereta, dan lain sebagainya. Akhirnya sampai di stasiun Pondok Ranji di daerah Bintaro, saya di jemput oleh sahabat saya untuk dibawa ke tempat kosnya.

Di sana,lingkungan masyarakatnya benar-benar mengingatkan saya akan rumah. Suasananya sangat teduh dan indah. Berbeda dengan kawasan kampus saya di Depok. Anak-anak bermain sepeda, tidak ada kebisingan kendaraan, dan hampir semua orang tersenyum menyapa satu sama lain di antara mereka. Suasana yang saya dapatkan ketika berada di rumah tercinta nan jauh di Mataram sana.

Ketika tiba saat shalat isya berjamaah, ada perasaan yang begitu menenangkan ketika berada di sana. Bukan karena suara merdu imam yang membaca bacaan shalat. Tapi keteduhan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Mungkin senyum dan rasa kekeluargaan yang terlihat jelas adalah penyebab dari semua itu.

Di hari pertama saya menginap, kami berdua berdiskusi panjang membicarakan berbagai topik. Mulai dari soal pergeseran nilai pada remaja, peridiksi pembangunan di daerah kami sampai nostalgia kegilaan kami ketika berada di kelas. Memang sudah cukup lama kami tidak berdiskusi bertukar pikiran seperti itu. Dengan pengalaman kurang lebih satu tahun di Kampus UI dan STAN, cukup banyak pengalaman dan pemikiran yang kami diskusikan bersama. Sampai akhirnya tidak terasa diskusi panjang itu berakhir hingga pukul satu malam.

Di hari kedua, saya selesai membaca sebuah buku yang baru saya beli sekitar seminggu yang lalu. Sebuah buku yang begitu mengharukan tentang ujian yang dihadapi oleh orang-orang yang soleh. Kisah yang sangat menyentuh, berisi begitu banyak nasihat iman. Subhanallah, buku itu mengingatkan saya akan kelalaian saya dalam bersyukur. Semua yang saya peroleh saat ini, adalah sebuah anugerah. Semakin saya berpikir secara mendalam, maka semakin saya sadar akan kecintaan Allah terhadap hambaNya. HIngga tanpa sadar, air mata menetes ketika saat shalat.Perasaan yang sangat saya rindukan selama ini. Perasaan yang membuat saya begitu lemah dan begitu rendah dihadapan Allah.

Ketika di ucapkan bahwa kebahagiaan terbesar yang dirasakan oleh orang-orang yang berpuasa adalah saat ketika berbuka puasa dan saat ketika bertemu dengan Allah. Di saat itulah, jiwa saya merasa begitu hina. Saya yang seringkali lupa bersyukur, selalu mengeluh dan lemah mengendalikan hawa nafsu merasa tidak pantas ketika harus bertemu dengan Allah di kemudian hari. Apakah Allah mau menemui hambaNya yang berlumur dosa? Astagfirullah… Tidakkah kita sadar bahwa Allah begitu baik? Ia masih memberikan kesempatan untuk mempertemukan saya dengan bulan Ramadhan. Subhanallah walhamdulillah walailahaillallahu wallahu akbar. Maha Suci Zat yang begitu Pemurah bagi hambaNya yang beriman.

Semoga keteduhan dan kesyahduan ini senantiasa membekas hingga Hari Kemenangan nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s