Belum Saatnya (Cinta)

Ada hati yang bersimpuh haru dalam ketidakpastian. Menanti sebuah jawaban sedang yang lain ragu akan sebuah ketulusan. Setitik embun harapan menetes lembut dalam tiap doa. Mengalir dalam keheningan malam, merintihkan doa dengan air mata. Bukan sebuah kesalahan jika akhirnya kita mencinta. Ketika kesejukan itu mengalun, sungguh sebuah keindahan terlarut doa dan impian membayangkannya kelak. Akan tetapi belumlah tepat jika waktu tidak membuka tabirnya. Ada kegelisahan dan kegundahan, menyelimuti hati dalam cemas. Itulah saat menanti, saat menunggu, saat sebuah kesabaran dan keteguhan hati diuji. Menuju jalan panjang sebuah biduk kecil yang akan berlayar menerpa samudra.

Tidak pernah ada niat untuk menghalangi ketulusan dalam menyempurnakan iman. Hanya saja, ada banyak harapan dan doa yang berusaha kuwujudkan. Mereka yang menyayangiku, yang selalu merindukanku. Selalu tergores sumpah untuk mewujudkan doa dan impian mereka. Sebelum nantinya, hati ini menuliskan sebuah nama dalam singgasananya. Meski keraguan dan kegelisahan seringkali juga bertiup dalam titian penantian.

Hanya Allah tempat semua berlindung. Hanya Allah tempat semua doa, harapan dan cinta terhimpun. Hingga suatu saat nanti, biduk kecil itu akan meninggalkan pantai dan berlayar membelah lautan. Yakinlah bahwa Allah mengetahui apa yang terbaik  untuk setiap hambaNya. Biarlah Allah yang menjaga hati tiap hambaNya. Biarlah Allah yang menentukan jalan terbaik bagi tiap hambaNya. Hingga pada waktunya, semoga Allah menyatukan hati dalam ikatan suci nan tulus semata-mata mengharap ridhoNya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s