Genderang perang tahun telah bertabuh riuh. Bergema di penjuru langit terbawa hembusan badai. Seusai keteduhan bulan Ramadhan, menjemput ridho, dalam ampunan dan air mata. Adalah saat-saat menguatkan hati dalam dekapan iman. Terselip haru dalam untaian kebahagiaan. Mengalir lembut dalam tiap senyum yang ceria. Tapi akhirnya hati ini terbangun, bahwa ia telah pergi, membawa doa dan ampunan setiap hambaNya.

Kini jiwa ini kembali turun ke medan perang. Membawa semangat, doa, dan harapan orang-orang yang mencintaiku nan jauh di sana. Kemana akan kau bawa pergi semua itu wahai pemuda? Terlalu lemahkah ingatanmu ketika mereka menangis dalam senyuman mengiringi kepergianmu menggapai mimpi.

Untuk semua kekuatan, doa dan harapan. Kuatkanlah hati ini ya Allah. . .

Sungguh jiwa ini begitu lemah tanpa cahaya petunjukMu. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s