Road to 20th

Mungkin bukan waktu yang tepat untuk menulis saat ini. Diantara tugas-tugas yang belum terselesaikan, terlalu beresiko ketika waktu tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Tapi hati saya benar-benar sedang gelisah, dan menulis menjadi cara ampuh untuk melampiaskannya.

Oktober ini, benar-benar diisi dengan hari-hari yang sangat menyibukkan. Tugas kuliah, organisasi datang silih berganti menagih tanggung jawab yang dulu pernah saya ikrarkan. Terkadang malah sampai bingung mana yang harus saya dahulukan. huh. Padahal dari pertama saya meniatkan diri untuk ikut dalam suatu organisasi, saya menyadari banyak manfaat yang akan didapatkan secara skill individu.

Akan tetapi dalam perjalanan usia menuju angka 20 thn yang tinggal beberapa hari lagi, ternyata masih begitu banyak kekurangan yang ada pada diri saya. Memang manusia tidak ada yang sempurna, akan tetapi dari target dan perencanaan yang sudah saya buat setahun yang lalu. Saya merasa diri ini hanya mampu berproses 20% saja, atau bahkan kurang. Begitu banyak rencana indah dan mimpi untuk ke depan saya tuliskan. Tapi seolah hati ini terlalu lemah untuk meneguhkan akar dan mencapai tujuan. Apakah impiannya yang terlalu tinggi? Sama sekali tidak, karena saya menyadari diri inilah letak kesalahannya. Disiplin waktu, pantang menyerah, kerja keras, semua harus terikat dengan tali istiqomah. Konsistensi dan ketekunan adalah cara pasti meraih kesuksesan.

Ya Allah, hati ini terlalu mudah untuk tergoyah.

Banyak hal, tapi ini terjadi ketika saya tidak lagi membuat jadwal kegiatan harian, we called it my stupid paper. Yah, mungkin itu penyebabnya, seolah kertas kecil itu kini sudah menjadi bagian dari kebutuhan. haha tapi itu bukan masalah, ilmu yang didapat dari seorang yang berprestasi, tidak akan bermanfaat jika tidak diaplikasika.

Yeah, tidak ada kata terlambat untuk sesuatu yang bermanfaat. Tidak ada kata kata terlambat untuk mimpi-mimpi yang pernah terukir. Bahkan, liverpool yang tertinggal 3-0 dari ac milan pada final liga champion 2005, mampu menyamakan kedudukan pada 20 menit menjelang akhir pertandingan, dan akhirnya meraih gelar juara.

Mereka yang sukses tidak akan pernah berhenti berjuang, mereka yang paling lama bertahan, mereka yang paling teguh hatinya. Diantara mereka, Allah akan melihat siapa hambaNya yang paling berhak menerima kebaikan dariNya.

Tapi apakah itu tujuan akhirnya? mendapat sebuah kebaikan? bukan. Semata-mata untuk bekal menghadap Allah, menjadi seorang muslim, bentuk rasa syukur atas gelar umat terbaik yang Allah anugerahkan bagi setiap pengikut Muhammad yang mulia.

“Semua untukMu ya Allahku”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s