Ada saat ketika kita berusaha sekuat tenaga, mengorbankan waktu, pikiran, dan harta untuk kebaikan orang lain. Berjuang dengan keras, bahkan hingga pada suatu waktu dirimu malah menjadi korban. Tidak lebih seperti sebuah akar pada tumbuhan yang berbenalu. Menguras habis tenaga untuk memperoleh sari makanan dari tanah, akan tetapi buah dan bunga pun tak kunjung terlihat. Sejauh itukah arti sebuah perjuangan, seberat itukah makna sebuah keikhlasan?

Ya Allah, hamba bersedih ketika hal yang hamba usahakan,  ternyata malah menodai pengorbanan yang dilakukan oleh orang tua hamba. Menodai harapan, cita-cita, dan impian besarnya terhadap hamba. Memang masih ada waktu untuk memperbaiki ketidakberhasilan di masa lalu. Tetapi hati ini merasa begitu gelisah karena begitu banyak hal yang harus dikorbankan.

Ya Allah, hamba sangat merindukan bunda yang selalu menjadi kekuatan hamba. Hati ini begitu pilu karena tidak mampu menggapai angan-angan besar yang beliau cita-citakan. Hamba takut ini menjadi dosa. Hamba sangat takut ketika ini hanya menjadi tulisan di atas air.

Ya Allah, jika memang ini adalah sebuah ujian, tidak ada yang lebih hamba harapkan selain keteguhan hati dan petunjuk dariMu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s