is it ‘love’?

Kemuliaan Seorang Wanita”

Suatu ketika aku bertanya tentang wanita, atas limpahan karunia yang diberikan kepada mereka, berupa kemuliaan hingga mampu memberi keteduhan, mengajarkan kasih sayang, memberi kesejukan, sentuhan lembut dengan cinta… walau hanya dengan senyuman..

Namun terkadang, ia seolah berjalan dalam kesendirian, menyembunyikan tangis dalam senyuman, lalu tenggelam dalam kesedihan.. Hingga akhirnya aku tau, bahwa mereka yang diberi kemuliaan itu, seringkali diuji tepat di hati mereka..

Tapi ukhti.. akan ada saat ketika kau menjadi seorang ibu untuk anak-anak yang soleh,pendamping bagi seorang imam, sekaligus anak yang berbakti bagi kedua orang tua.. Maka dari itu, tetaplah tersenyum.. tetaplah bangkit dengan ketegaran.. walau harus berjalan di antara kerikil tajam, walau harus berulang kali terjatuh.. karena aku sangat yakin, di dalam dirimu, engkau jauh lebih kuat dari yang kau kira.. seiring langkah kecil kita, menggapai ridho dan cintaNya…

by Khairi Trisnayadi

yah, kurang lebih seperti itulah kata-kata yang tertulis pada hari itu. Secara keseluruhan menggambarkan tentang nasihat untuk wanita.. Tapi untuk yang satu ini, inspirasi memang datang dari dua wanita ku kagumi, ibuku dan dirinya. (Kalo mau liat videonya ada di http://www.youtube.com/watch?v=_pHPDnQMMEA ) Mungkin memang tak seindah puisi yang biasa ia tuliskan, tapi Insya Allah tiap katanya memiliki makna yang dalam. (masa sih?)

Namun pelajaran sesungguhnya untuk saya bukan sekedar tiap kata dalam kalimat di sana. Yaitu, perilaku orang ketika mereka merasakan sesuatu yang mungkin disebut CINTA. Orang yang mencintai sesuatu akan berusaha memberi yang terbaik untuk apa yang ia cintai. Ia berusaha sekuat tenaga dan waktu hanya untuk beberapa menit saja. Aneh bukan? Yah tapi seperti itulah adanya, dan mungkin masih banyak lagi efek yang lebih dahsyat dari pada itu. hehehe

Lalu ketika sejenak tersadar, dibandingkan dengan cinta terhadap Yang Maha Mencintai, cinta untuk Orang Tua, dan saudara-saudara kita.

Masya Allah.. terkadang kita lupa bagaimana mencintai cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s