Untuk Sepasang Malaikatku

Dikala mata ini terpejam ketika mengingat senyum indah yang menyinari hari-hariku. Sepasang malaikat yang meniupkan iman, mengumandangkan azdan, dan menumpahkan diri untuk tiap hembusan nafasku. Kehangatan itu, sangat kurindukan dikala diri ini menggigil dalam kesedihan.

Dan aku mengenang kisah di antara kasih tak berujung yang engkau limpahkan kepada kami. Cinta suci yang rela mengorbankan segenap raga hanya untuk kebahagiaan kami. Ketika pertama kali tangisan kami terdengar, hanya air mata bahagia yang engkau limpahkan. Kami begitu lemah saat itu, hingga mungkin tak tersadar air mata mulia itu yang selalu menyejukkan kami. Bagimu, bayi mungil yang sangat manja ini jauh lebih berharga dari nyawa kalian sendiri.

Dan aku masih mengingat ketika lantunan ayat dan doa itu melirih di antara sholatmu. Kau mungkin enggan menyampaikan kesedihan-mu kepada kami. Tapi kita tidak pernah tahu, saat terlelap kita bermimpi, begitu banyak malam yang dihabiskan untuk merintihkan air mata dalam tiap sujudnya. Begitu banyak keringat yang harus mengucur deras, demi kemauan dan keinginan sang anak. Keringat, darah, dan air mata yang mengalir deras, tidak sedikitpun meruntuhkan niat mereka. Indah kata baginya, hanya “untuk anakku tercinta”.

Tapi sepanjang ingatanku, hati yang mulia itu tidak pernah meminta imbalan. Apalagi sekedar ucapan terima kasih. Atas segenap jiwa yang mereka korbankan, hanya untuk kita sang anak. Lidahnya kaku untuk berkata ‘tidak’ untuk memenuhi kebutuhan kami. Mereka melupakan keinginan pribadi mereka, demi mewujudkan cita-cita kami. Bersembunyi dengan senyuman terindah, meski harus menahan sakit.

Wahai hati yang mulia, tiada mampu diri ini menggantikan rintihan dan air mata yang mengalir dalam tiap doamu. Tiada daya jiwa ini membalas rasa sakit dan penderitaan demi hembusan nafas kami. Meski segenap raga ini memeras habis darah yang tersisa, tetap saja tidak berarti untuk tiap kasih dan cinta yang engkau curahkan.

Tiadalah cukup untaian kata mampu menggambarkan kemuliaan yang ada padamu. Tiadalah cukup segenap raga ini untuk membalas jasamu. Hanya bingkisan kecil berupa doa yang mampu kami berikan. Semoga Allah melimpahkan kebahagiaan dalam sepanjang umurmu. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa yang telah lalu. Semoga Allah menempatkan ibu dan ayah kami diantara orang-orang yang Ia muliakan dunia dan akhirat.

Amiin ya Robbal alamiin.

Terima kasih untuk cinta sepanjang masa Ibu dan Bapak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s