Karena Alam (juga) Ingin Dimengerti

Perubahan cuaca yang tak terprediksi, suhu bumi yang semakin tinggi, dan semakin menipisnya persediaan air bersih adalah beberapa contoh dampak negatif yang ditimbulkan dari kerusakan lingkungan dewasa ini. Produksi emisi yang terjadi sejak revolusi industri berlangsung sejak abad 19, semakin menunjukkan dampak buruk bagi keseimbangan alam di planet ini pada dua dekade terakhir.

Ketersediaan sumber daya alam yang ada sejatinya memang menjadi hak manusia untuk mengambil dan memanfaatkannya. Hal ini sejalan dengan amanat yang tertuang pada UUD 1945 Pasal 33, bahwa hasil bumi dan kekayaan alam dipergunakan untuk kemakmuran rakyat. Artinya, segala bentuk penggalian sumber daya alam dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan taraf hidup manusia.

Yang menjadi masalah adalah ketika tindakan eksploitasi ini dilakukan secara berlebihan. Hal ini yang kemudian berakibat buruk bagi kelangsungan hidup alam. Mari kita tengok semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo yang sudah 6 tahun menggenangi wilayah tersebut. Salah satu faktor penyebab semburan lumpur tersebut adalah pertimbangan ekonomis untuk menghemat pengeluaran biaya operasional. Hal ini menjadi salah satu indikasi bahwa usaha lebih condong pada kepentingan ekonomis, tanpa pertimbangan lebih jauh tentang kelangsungan alam.

Memang secara teknis, kita tidak dapat memastikan apakah penyebab kejadian tersebut sepenuhnya disebabkan faktor human error. Akan tetapi yang perlu ditekankan di sini adalah konsep ‘tidak berlebihan’ yang penting untuk diterapkan ketika kita tengah menggali sumber daya alam. Alam juga membutuhkan ruang dan energi yang cukup agar kelangsungan hidupnya dapat terjaga. Ketika hubungan saling memenuhi kebutuhan ini tercukupi, maka keharmonisan hidup manusia dan alam akan tercipta.

Penanaman konsep untuk menghindari sifat berlebihan adalah kunci kesuksesan upaya penghijauan lingkungan dalam jangka panjang. Terlebih pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, menjadi potensi kerusakan lingkungan lingkungan yang lebih parah.

Kita harus sadar bahwa selain memiliki hak atas sumber daya alam, kita juga memiliki kewajiban untuk turut serta menjaga kelangsungan hidup alam. Dan sekali lagi, pemerintah harus mampu menjadi teladan bagi rakyatnya untuk peduli terhadap kelestarian alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s