Catatan sebuah Perjuangan (2)

Ga perlu harus menunggu  menjadi orang besar untuk berkarya.“

Itulah kalimat singkat yang diucapkan oleh bang Firman pada saat rapat dewan legislatif se-UI sekitar satu bulan yang lalu. Rapat yang berlangsung dari jam 5 sore hingga jam 8 malam membahas tentang PEMIRA UI. Untuk saya kalimat itu memiliki makna yang begitu dalam. Sangat berkenaan dengan kondisi kemahasiswaan di zaman ini.

Mungkin sebagaian orang berpikir. “Suatu saat saya akan membuat hal besar ketika menjadi orang yang besar.” Entah itu ketua lembaga kemahasiswaan, ataupun organisasi-organisasi ekstra kampus lainnya. Tentu tidak ada yang salah dengan keinginan untuk membuat hal-hal besar tersebut. Tapi menurut saya, yang kurang tepat adalah keinginan untuk menjadi orang besar terlebih dahulu baru melakukan hal-hal besar.

Ketika yang menjadi dasar kita adalah jabatan. Maka akan akhirnya ceritanya akan sangat tergantung dari takdir.  Seumpama akhirnya kita tidak terpilih, maka hal besar yang ingin kita lakukan tidak jadi terealisasi. Ibarat sebuah dadu, pada akhirnya siapapun yang terpilih hanya rekayasa dari ketidaksengajaan.

Dalam berjuang, bukanlah hal itu yang seharusnya menjadi pola pikir seorang pemuda. Tidak peduli apakah nilai akademik anda kurang memuaskan, tidak peduli apakah anda bukan seorang ketua BEM, tidak peduli apakah akhirnya Anda tidak mengikuti organisasi manapun. Yang terpenting adalah kita harus BERKARYA. Berusaha berkarya semaksimal mungkin sesuai dengan kapasitas kita . Akan sangat baik jika di dalam diri kita tertanam semangat untuk berkarya. Semakin baik karya yang kita hasilkan. Maka semakin banyak orang yang akan terinspirasi oleh kita. HIngga akhirnya tumbuh lilin-lilin kecil diberbagai tempat. Semakin banyak dan semakin terang.

Sekali lagi, memang menurut saya pelangi yang indah itu terdiri dari ribuan warna yang berbeda. Akan tetapi mereka berjalan seiring satu dengan yang lain. Seperti itulah layaknya orang-orang berkarya, warna yang berbeda, tempat yang berbeda namun berjalan bersama untuk tujuan yang satu, yaitu “bermanfaat’”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s