Surat untuk Haniyya…

Dear adikku tersayang,

Sebenarnya kalo mau jujur agak sulit buat nulis nasihat khusus untuk hani. Soalnya emang belum pengalaman punya adik perempuan. Jadi ntar kalo ngomongnya agak gak nyambung, yah dimaklumin aja ya. Hehe Tapi gak apa-apalah yang namanya mengingatkan, menasehati yang kita utamakan kan manfaatnya. Ka pasti juga bakal kasi nasihat terbaik semampunya.

Okay, kita mulai dari bagaimana seorang kakak melihat adiknya yang manis bercerita tentang dirinya, kisah cintanya dan lain sebagainya. Ketika pertama kali kenal sama hani, mungkin sebagian orang akan mengira hani itu rasa ingin tahunya tinggi, disiplin, profesional, sensitive banget, pendiem dan lain sebagainya.  Ada kelebihan, ada juga kekurangan. Disyukuri aja, itu semua anugerah dari Allah.

Pertama kali kenal di BPM, ka seneng banget soalnya adikku yang manis ini orangnya emang cocok banget jadi administrator. Rapi, detail, tertata, disiplin, jauh lebih baik daripada admin BPM sebelumnya (hehe… jadi malu) Dan bagi kakak, itu menambah kesan tersidiri buat BPM yang sekarang.

 Well, beberapa minggu kemarin mungkin adikku yang manis sedang musimnya diberi cobaan. Terutama ujian hati. Begitu haniyya cerita, ka jadi sadar kalo adikku yang manis ternyata punya hati yang sangat lembut. Mangkanya wajar, kalo hal-hal kecil pun kadang-kadang bisa ngeganggu perasaaan.

Masalah? Menurut ka, sama sekali engga. Karena menurut kak, setiap wanita memang diberikan kelembutan hati yang besar. Ia terkadang jadi mudah menangis, mudah bersimpati, atau mungkin mudah menaruh perasaan. Terlepas dari semua itu, yang terpenting menurut ka, adalah bagaimana kita belajar mengendalikan diri. Kita boleh saja menangis, bersedih, kecewa, marah, gelisah, takut dan lain sebagainya. Tapi jangan sampai semua perasaan itu akhirnya menguasai kita.  Menjadi kabut tebal yang menghalangi jalan kita untuk berpikir jernih. Yah, kak yakin kok. Adikku yang manis jauh lebih baik dari yang mungkin dilihat orang.

Selama kita hidup, seluas itu pula ladang kita untuk belajar. Ada kalanya sesuatu berjalan sesuai rencana. Tapi terkadang sesuatu itu juga jauh dari apa yang kita harapkan. Tapi dari semua itu kita tidak pernah berhenti belajar. Belajar untuk memperbaiki diri. Belajar memahami orang lain. Atau mungkin belajar banyak hal lainnya. Ka juga pernah dapet nasihat. Kebesaran hati seseorang itu terletak dari dua hal. Pertama, ketika ia diberi kenikmatan ia bersyukur. Kedua, ketika ia diberi cobaan ia bersabar. Jikalau kita yakin semua nikmat dan cobaan itu datangnya dari Allah, maka jangan pernah khawatir akhirnya akan seperti apa. Semua itu semata-mata karena Allah sangat mengetahui apa yang terbaik untuk kita.

Yah, walaupun agak kemana-mana. Semoga bisa jadi pelajaran buat kita semua. Layaknya seorang kakak, pasti selalu ingin melindungi dan memberi yang terbaik untuk adikknya. Kalo mungkin ini gak cukup baik. Insya Allah ntar dilengkapi lewat doa aja.

Semangat yaa!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s