Jangan Lupa Bersyukur

Alhamdulillahirobbil alamin.

Satu bulan kemarin, tulisan saya sempat vakum. Yah, memang di satu sisi, kegiatan saya cukup sibuk karena mengambil kuliah semester pendek dan beberapa di tambah lagi mengejar target Ramadhan, serta beberapa agenda BPM yang harus dikerjakan. Hmm, tanpa tulisan bukan berarti tidak ada ide. Sebenarnya banyak hal yang ingin saya tulis, terutama tentang Ramadhan. Akan tetapi selama bulan kemarin ada satu hal yang membuat saya sangat gelisah. “It just like a big hole lying on my chest”

Ini soal kuliah, beberapa kesalahan yang saya buat semester-semester lalu, akhirnya membuat saya terancam tidak dapat lulus kuliah dalam waktu empat tahun lantaran satu mata kuliah wajib yang belum sempat saya ambil di semester kemarin. Hanya satu, mata kuliah Termodinamika. Mata kuliah tersebut dibuka tiap semester ganjil, namun saya merencanakan untuk mengambil mata kuliah tersebut ketika masa Semester Pendek. Sayangnya, mata kuliah itu malah tidak terdaftar dalam masa semester pendek kemarin.

Saya sangat tertekan mengetahui kenyataan tersebut. Karena otomatis saya harus menunggu dua semester lagi untuk bisa mengambil kelas tersebut. Sementara, dua semester lagi adalah semester untuk mengambil mata kuliah skripsi. Dimana mulai tahun ini berlaku ketentuan, ketika skripsi tidak diperkenankan untuk mengambil mata kuliah lain. Itu artinya, kemungkinan besar saya harus menunda kelulusan satu semester lagi. (Glekh..)

Sebenarnya saya tidak pernah mempermasalahkan menyelesaikan kuliah dalam empat tahun atau lebih. Hanya saja, ibu saya sudah begitu berharap tahun depan saya mampu memperoleh gelar sarjana. Fakta di atas kontan membuat sulit untuk berkonsentrasi. Bagi saya, tidak ada yang lebih buruk selain mengecewakan orang tua. Beberapa hari saya mencoba untuk berpikir, merenung dan berdoa. Alhamdulillah, selama kegelisahan itu berlangsung saya ditemani bulan Ramadhan yang penuh suasana khusyuk. HIngga sedikit demi sedikit saya akhirnya mengikhlaskan ketika harus menanggung segala konsekuensi dari tindakan saya. Saya mencoba menghibur diri, yah mungkin Kampus ini masih membutuhkan orang seperti saya.

Menjelang satu minggu kemarin, ternyata kesulitan tidak hanya dialami oleh saya seorang. Rekan-rekan saya angkatan 2010, ternyata juga banyak yang memiliki permasalahan serupa. Akhirnya, ketua angkatan kami yang sungguh sangat heroik mengadukan hal tersebut ke pihak Departemen Fisika. Sebut saja namanya saudara Ardani Dahiyu Munaqi dkk.

Tidak lama kemudian, akhirnya berita gembira akhirnya datang, pihak departemen akan membuka semua mata kuliah dari semester satu sampai tiga pada semester besok. Alhamdulillahirobbil alamiiin. Ternyata Allah membukakan jalan untuk mewujudkan doa orang tua saya. Kini jalan saya untuk lulus empat tahun masih terbuka. Terima kasih ya Allah, segala puji hanya bagiMu.

Sejenak saya tersadar, betapa Maha Pemurah Allah itu. Di kala iman kita lemah, Ia malah memberi banyak kebaikan untuk hambaNya. Lebih dari itu, sebenarnya Ia memberikan banyak hal lain, namun terkadang hanya kita yang baru tersadar ketika diberikan nikmat yang besar. Kealpaan kita akan nikmat yang kecil, mungkin seringkali malah membuat iman kita menurun. Tapi Allah itu Maha Pemurah, Ia bahkan tetap memberi kebaikan bagi hambanya meski saat hambaNya mungkin ingkar kepadaNya. “Barang siapa yang senatiasa bersyukur, niscaya Allah akan menambah nikmatnya. Namun, barang siapa yang ingkar maka niscaya azab Allah itu sangat pedih.” Astagfirullah, semoga kita termasuk di antara orang-orang yang pandai bersyukur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s