Belajar Memahami

Bulan Syawal, selain bulan silaturahim sehabis ramadhan, biasanya juga menjadi bulan ramai acara pernikahan. Dalam seminggu ini saja sudah dua undangan resepsi datang ke rumah. Yah, itu tidak masalah, selama masih liburan jikalau sempat kita bisa bantu doakan mereka. Tapi dari beberapa “situasi” itu, saya mendapatkan sedikit pelajaran tentang menikah.

Menikah adalah sesuatu yang penting. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw bagi muslim dan muslimat yang sudah balig. Alasannya, menikah merupakan sarana untuk membentuk sebuah keluarga, memperoleh keturunan yang akan melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya. Menikah juga mencegah diri dari perbuatan maksiat yang dibenci oleh Allah.

Saat menikah, kita telah dipersatukan dengan seseorang dengan sebuah ikatan suci. Hal tersebut bukan sesuatu yang sederhana, karena orang yang telah kita pilih niscaya akan mendampingi kita dunia dan akhirat. Kebaikan kita niscaya akan menolong diri kita sendiri dan keluarga kita memperoleh surga di akhirat kelak. Tapi keburukan kita, juga bisa menarik diri kita dan keluarga pada kemurkaan Allah.

Salah satu hal penting yang harus dibangun setelah pernikahan adalah rasa menghargai dan memahami pasangan kita. Setiap diri manusia pasti akan ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hal itu sudah menjadi fitrah setiap manusia. Mungkin selama berkenalan kita tidak mengetahui secara jelas pasangan kita dikarenakan interaksi yang terbatas. Namun ketika sudah menikah, kita akan sangat jelas mengetahui watak dan perilaku pasangan kita yang sesungguhnya.

Memahami dan menghargai kelebihan pasangan itu sudah biasa. Tapi memahami dan menghargai kekurangannya, itulah yang luar biasa. Tidak sedikit pasangan muda yang akhirnya jenuh dengan dan kesal pasangannya setelah mengetahui sifat asli dari pasangannya. Hingga akhirnya perselisihan antar rumah tangga terjadi. Hal itu adalah karena ketidaksiapan menerima pasangan seutuhnya. Well, kelebihan seseorang itu sudah pasti akan membuat kita bahagia, tapi kekurangannya adalah tugas kita untuk melengkapinya. Kita jangan hanya berharap dan bangga pada kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh pasangan kita. Tapi di sisi lain kita juga harus memahami kekurangannya. Jikalau kita sudah mencoba dengan tulus menghargai kekurangannya, niscaya pasangan kita juga akan berusaha menghargai kekurangan yang kita miliki.

Saling menghargai dan memahami adalah jalan membentuk komunikasi yang baik dalam rumah tangga. Komunikasi yang baik adalah kunci keluarga yang harmonis. Memang dalam berkeluarga, tidak semua berjalan sesuai apa yang kita inginkan. Tapi bisa jadi apa yang kita inginkan mungkin bukan yang terbaik menurut Allah. Harta yang banyak, jabatan yang tinggi, popularitas, bukanlah segalanya. Meskipun hal tersebut bukan tidak penting. Tapi ingat ya, bukan yang paling penting. Karena yang terpenting untuk dikejar adalah kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.

Yak akhirnya walaupun tulisannya agak kemana-mana tapi semoga bisa memberikan sedikit pelajaran. Saya juga sadar pengalaman saya yang minim mungkin membuat beberapa hal yang saya tulis di atas kurang tepat. hehe Tapi semoga kekurangan tersebut tidak mengurangi usaha kita belajar dan memperbaiki diri.

Semoga bermanfaat😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s