Tentang Evaluasi

Yah, sudah setengah tahun lamanya kepengurusan BPM FMIPA UI 2013 berjalan. Waktu memang terasa begitu cepat. Namun selama tengah tahun pertama di periode 2013, saya memang belajar banyak hal dari keluarga kecil ini. Dan saya sangat bersyukur, karena keluarga ini memang terdiri dari orang-orang yang luar biasa.

Tahun lalu, saya tidak lebih dari sekedar pemuda kecil yang akhirnya jadi “korban angkatan”, lantaran tidak ada lagi calon dari departemen Fisika yang duduk di BPM FMIPA. Saat itu saya begitu khawatir, ketakutan, dan seringkali merasa bingung. Bukan hanya karena amanahnya yang besar, melainkan saya memang tidak memahami dengan baik bagaimana lembaga ini bekerja. Kenal aja belum, apalagi mikirin strategi.

Selama kepengurusan tahun 2012, memang menjadi pengalaman berharga untuk saya. Dari mulai tidur di kampus, kehilangan handphone, push up lebih dari 100 kali selama 3 minggu, sampai diterror senior. Hehe memang begitulah kalau kita tidak banyak tahu. “Lembaga tertinggi aja ngga tau harus ngapain, apalagi bawah-bawahnya?” Jika kita hanya melakukan sesuatu tanpa alasan, sangat mungkin kita dibodohi oleh orang lain.

Di tahun kedua, saya tidak menyangka ternyata masih cukup banyak suara yang mendukung saya untuk kembali berkontribusi di BPM. Dan tahun ini, komisi anggaran menjadi makanan sehari-hari di lembaga ini. Tapi lebih dari itu, tahun ini ada begitu banyak perubahan yang kami lakukan. Memang terasa sangat berat, lantaran satu orang harus menjalankan 4 fungsi sekaligus secara bersamaan. Sangat sulit, namun saya rasa memang seperti inilah semestinya orang-orang di lembaga tertinggi bekerja. Jabatan yang tinggi mengharuskan tanggung jawab yang lebih besar di banding yang lain.

Yah, tapi bagi saya itu semua tantangan ini memang bagian dari pembelajaran. Saya selalu teringat, tidak ada sesuatu yang terjadi melainkan Allah mengaturnya sedemikian rupa. Bahwasanya, tidak ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini. Cobaan berat yang datang kepada kita, semata-mata karena Allah tau bahwa kita mampu melaluinya. Tergantung pilihan kita, mau menyerah atau bertahan menghadapinya.

Tentang evaluasi ini, tengah tahun pertama menjadi lahan kami untuk mengenal satu dengan yang lain. Memahami dan berusaha saling melengkapi. Sisanya, bagi saya sebaik-baik evaluasi adalah yang diiringi dengan usaha perbaikan. Tidak masalah seberapa singkat kita mengevaluasi diri kita. Tapi yang terpenting adalah apa yang akan kita lakukan sesudahnya. Modal tekad dan semangat Insya Allah sudah cukup.

Haha… mungkin sebagian hati saya memang tertanam di lembaga ini. Seiring waktu berjalanan, tidak ada yang lebih menenangkan hati selain melihat senyum orang lain. Meski satu dua hal harus dikorbankan, selama kita tetap ikhlas dalam berusaha, yakinlah Allah tengah merencanakan hal yang indah untuk kita kelak.

Walaupun banyak ga nyambung, yang penting tulis dulu ajalah. hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s